Pembakaran gas, proses pembakaran kelebihan gas alam selama ekstraksi minyak, adalah praktik umum di industri minyak dan gas. Meskipun pembakaran gas tampak seperti produk sampingan yang tidak berbahaya dari produksi minyak, namun pembakaran gas menimbulkan risiko kesehatan yang serius bagi lingkungan dan populasi manusia yang tinggal di dekat lokasi ekstraksi.
Salah satu risiko kesehatan terbesar yang terkait dengan pembakaran gas adalah polusi udara. Ketika gas alam dibakar, gas tersebut melepaskan berbagai polutan berbahaya ke udara, termasuk sulfur dioksida, nitrogen oksida, dan senyawa organik yang mudah menguap. Polutan ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari masalah pernapasan hingga penyakit kardiovaskular. Penelitian telah menunjukkan bahwa masyarakat yang berada di dekat lokasi pembakaran gas memiliki tingkat asma, kanker, dan penyakit pernapasan lainnya yang lebih tinggi.
Selain polusi udara, pembakaran gas juga berkontribusi terhadap perubahan iklim. Pembakaran gas alam melepaskan karbon dioksida, gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap pemanasan global. Faktanya, pembakaran gas diperkirakan menyebabkan pelepasan jutaan ton karbon dioksida ke atmosfer setiap tahunnya. Hal ini tidak hanya mempercepat perubahan iklim, namun juga menimbulkan ancaman terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di seluruh dunia.
Selain itu, pembakaran gas juga dapat mencemari sumber air. Polutan yang dilepaskan selama proses pembakaran dapat meresap ke sumber air terdekat, mencemari air minum dan menimbulkan risiko kesehatan yang serius bagi mereka yang bergantung pada sumber air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk masalah pencernaan, ruam kulit, dan bahkan kanker.
Meskipun pembakaran gas diketahui mempunyai risiko terhadap kesehatan, praktik ini terus meluas di industri minyak dan gas. Banyak perusahaan memandang pembakaran gas sebagai cara yang hemat biaya untuk membuang kelebihan gas alam, dibandingkan berinvestasi pada infrastruktur untuk menangkap dan memanfaatkannya. Namun, terdapat teknologi alternatif yang tersedia yang dapat membantu mengurangi atau menghilangkan kebutuhan akan pembakaran gas, seperti sistem penangkapan gas dan teknologi pengurangan pembakaran.
Penting bagi pembuat kebijakan, pemimpin industri, dan masyarakat untuk mengenali risiko kesehatan yang terkait dengan pembakaran gas dan mengambil tindakan untuk memitigasi risiko tersebut. Hal ini dapat mencakup penerapan peraturan yang lebih ketat mengenai pembakaran gas, investasi pada teknologi yang lebih ramah lingkungan, dan mempromosikan sumber energi terbarukan sebagai alternatif pengganti bahan bakar fosil. Dengan mengambil langkah-langkah ini, kita dapat melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat yang tinggal di dekat lokasi ekstraksi minyak dan gas.
